Kamis, 16 Januari 2014

KEKUATAN KEYAKINAN ANAK BRILLIANT



Pernahkan Anda memikirkan rahasia sesungguhnya dari sebuah kesuksesan? Mengapa di dunia ini hanya sedikit orang sukses dan jauh lebih banyak orang gagal? Sepanjang sejarah dunia, orang-orang telah membicarakan tentang formula-formula dalam mencapai kesuksesan, tetapi kenyataannya dunia lebih banyak dipenuhi oleh orang-orang gagal dibandingkan orang sukses.
            Seorang maha guru motivasi, Earl Nightingale, merumuskan kunci kesuksesan hanya dalam enam kata singkat. Menariknya seperti pisau bermata dua, keenam kata ini juga merupakan kunci kegagalan seseorang. Apakah enam kata itu? Keenam kata tersebut adalah, “ We Become What We Think About” (Kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan)


Di suatu kampung hiduplah seorang peramal yang mampu meramal kehidupan seseorang pada masa mendatang. Peramal ini begitu hebatnya sehingga hamper setiap ramalan yang dibuatnya menjadi kenyataan. Suatu ketika datanglah dua orang ibu muda secara bersamaan dan masing-masing membawa bayi mereka untuk diramalkan nasibnya dikemudian hari. Bayi dari ibu pertama diramal akan menjadi seorang pengusaha besar sedangkan bayi dari ibu yang kedua diramal akan menjadi pengemis ketika dewasa nanti. Pulanglah kedua ibu muda itu kerumahnya masing-masing.
Ibu pertama sangat senang dan bangga karena kelak anaknya akan menjadi seorang pengusaha yang kaya raya. setiap bertemu dengan orang lain, dengan penuh keyakinan ini menceritakan nasib anaknya kelak. yakin bahwa anaknya kelak akan menjadi orang sukses, ibu inipun dengan penuh semangat melatih dan mengajarkan anaknya berbagai macam hal. sejak kecil anak ini diikutkan kursus berhitung, bahasa asing, dan computer. Dibelikan buku-buku biografi para pengusaha besar. di ikutkan seminar-seminar yang mampu mengubah sikap dan mental dari si anak untuk menjadi pribadi yang sukses.
Lain halnya dengan ibu yang pertama, termakan oleh perkataan si peramal bahwa nasib anaknya kelak adalah menjadi seorang pengemis. ibu kedua merasa sangat sedih dan kecewa dengan bayinya. Si ibu merasa terbebani dalam mengasuh anaknya. Setiap hari anak ini ditelantarkan begitu saja untuk melakukan apapun yang dia mau. anak inipun oleh kedua orang tuanya tidak disekolahkan, orang tuanya berpikir buat apa disekolahkan karena toh anaknya hanya akan menjadi seorang pengemis.
            Itulah kekuatan keyakinan. apa yang kita yakini, itulah yang akan membentuk sikap dan perilaku kita. Ibu muda pertama yang yakin bahwa anaknya akan sukses, akan bersikap dan berperilaku terbaik agar keyakinannya dapat terwujud. Ibu muda kedua yang yakin bahwa anaknya akan gagal, akan bersikap dan berperilaku tertentu sehingga menjadikan anaknya betul-betul gagal.
Tahukah Anda titik tertinggi yang ada di muka bumi ini? Letaknya ada di Mount Everest. Konon, jika kita berdiri di titik tertinggi tersebut, seluruh permukaan bumi dapat terlihat walaupun agak buram karena tertutup awan. Bayangkan saja, jika Anda dapat berdiri pada ketinggian 29.028 kaki atau hampir 10 kilometer di atas permukaan laut.
Mount Everest terletak di antara Tibet dan Nepal, selama tahun 1920 hingga 1952 telah ada tujuh kali ekspedisi besar-besaran untuk menaklukan puncak tertinggi di dunia itu, tetapi semuanya gagal. pada tanggal 29 Mei tahun 1953, Edmund Hillary behasil menorehkan tinta emas sebagai manusia pertama yang berhasil mencapai puncak tertinggi di muka bumi tersebut.
Edmund Hillary adalah seorang pendaki gunung professional. hampir  seluruh puncak gunung di New Zealand telah ia daki, setelah itu dia beralih ke pegunungan Alpen dan Himalaya. Sejak pertama kalinya dia tertarik untuk mendaki gunung, cita-cita terbesarnya adalah menaklukan puncak Mount Everest. Dalam biografinya dia bercerita, “Setiap hari cita-cita itu selalu terlintas di pikiran saya sehingga apa pun yang saya lakukan saya teringat padanya.”
Besarnya keyakinan Edmund Hillary bahwa dia bisa menaklukan puncak Mount everest membuatnya sangat percaya diri. setelah siap dengan berbagai pengalaman mendaki puncak-puncak tertinggi di dunia, barulah dia mencoba Mount Everest.
Untuk bisa mencapai kesuksesan dalam menaklukan everest, Hillary mencoba berbagai macam cara. Terhitung, ia telah dua kali gagal dalam ekspedisinya mencapai everest. Pada ekspedisi ketiga, Mount Everest akhirnya berhasil ditaklukannya. Sekembali dari puncak Everest, ia memberikan sebuah pernyataan sederhana dengan makna yang sangat dalam, “It is not the mountain that we conquer, but ourselves” (Bukan gunung yang kami taklukan, tetapi diri kami sendiri)
Keberhasilan Edmund Hillary dalam menaklukan Mount Everest terletak pada suatu hal yang snagat penting yaitu, keyakinannya yang kuat terhadap diri sendiri dalam mencapai cita-cita. Dengan keyakinan yang begitu positif, ia mau melakukan apa saja yang bisa merealisasikan cita-citanya.
Keyakinan mendalam terhadap suatu cita-cita atau target tertentu dalam hidup akan memacu Anda untuk bersikap positif. Dengan sikap positif ini, Anda akan mencari berbagai cara untuk bisa merealisasikan  cita-cita Anda. Jika Anda yakin bahwa pelajaran matematika adalah mudah, otak Anda yang luar biasa akan mencari berbagai macam cara untuk membuktikan bahwa matematika itu mudah. Jika Anda yakin dapat memperoleh nilai bagus dalam suatu mata pelajaran, maka seluruh potensi diri yang Anda miliki akan keluar dan merealisasikan keyakinan Anda tersebut. Dan jika Anda yakin bahwa Anda akan menjadi pribadi yang sukses, maka seluruh alam raya akan berkonspirasi untuk mewujudkannya.
Berhentilah melakukan sabotase diri dengan berpikiran dan berkeyakinan negative dengan berpikir bahwa Anda bodoh dan tidak berbakat. Semua orang mampu mendapat nilai bagus, bahkan orang-orang yang menderita kesulitan belajar atau berprestasi buruk dimasa lalu atau mungkin tidak mendapat dukungan keluarga.
Tahukah Anda siapa Albert Einstein? Ya, dia adalah orang yang hingga saat ini diakui sebagai orang terjenius yang pernah ada di muka bumi ini. Dialah sang jenius fisika penggagas teori relativitas. Tapi tahukah Anda bahwa ketika  kecil Einstein di anggap sebagai anak yang tidak normal dan cenderung bermasalah. Einstein kecil tidak dapat berbicara hingga berusia lima tahun. Ia beberapa kali gagal dalam mengikuti tes masuk sekolah dasar.  Dikelaspun dia dianggap sebagai siswa yang paling bodoh, tidak normal, aneh, dan divonis sebagai anak yang bermasalah dalam pelajaran.



Einstein kecil tidak mau belajar apa bila ia tidak suka pelajarannya oleh karena itu ia sering bolos pada saat pelajaran bahasa, sastra dan menggambar. Ia membolos untuk melakukan aktivitas yang disukainya tadi. Sehingga pada akhirnya Einstein tidak berhasil lulus SMP, melainkan hanya mendapat keterangan pernah bersekolah SMP dari sekolahnya.
Berbekal surat keterangan tersebut ia nekad berusaha melamar di SMA, sebagian besar sekolah SMA yang didatanginya menolak, namun Einstein dan orang tuanya tidak pernah patah semangat untuk terus mencoba hingga akhirnya ada sekolah SMA yang menerimanya.
Setelah SMA kelakuannya masih sama saja tidak pernah berubah, ia hanya suka pelajaran Matematika dan Fisika saja, jadi Einstein masih sering membolos di pelajaran-pelajaran yang tidak dia sukai, sampai akhirnya ia kembali dinyatakan sebagai anak yang tidak tamat SMA. dan untuk kedua kalinya ia di nyatakan gagal lagi disekolah.
Meskipun Einstein tahu ia tidak belum tamat SMA dan tidak punya pernah punya ijazah; ia tetap berani melamar ke perguruan tinggi. dengan keyakinannya yang penuh, pada Tahun 1895 ia melamar di Politeknik Federal, di Zurich Swiss tapi sayang ia gagal di ujian masuk dan menurut sekolah tsb, usianya pun masih terlalu muda. Lalu dia diminta menamatkan SMAnya terlebih dahulu, baru setelah itu ia melamar lagi dan akhirnya di terima sebagai mahasiswa di Politeknik Federal, Swiss.
Jangan pernah mulai berpikir bahwa Anda bodoh atau “tidak mampu mendapat nilai bagus.” Semuanya di mulai dengan keyakinan dalam benakmu. yakinlah bahwa Anda bisa melakukannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar